RSS

Goal No.81 & 99, Personal Meeting With Cosa Aranda and Ardy Pratama


cosa aranda, ardy pratama

ardy pratama, cosa aranda

Alhamdulillah. Ngga kebayang bisa secepat ini saya bertemu dengan 2 orang lagi Master IM Indonesia. Tadinya saya pikir masih agak lama, berhubung saya sendiri masih 1 tahun terjun di bisnis internet. Boleh dibilang belum ada apa-apanya lah.

Saya masih inget betul tahun lalu. Saat itu, saya duduk sebagai peserta National Empowering Netpreneur. Waktu itu, Cosa Aranda adalah salah satu pembicara utamanya. Kebayang? Jauh banget rasanya bisa ketemuan dan ngobrol personal dengan beliau yang saat ini sibuk dengan bisnis Panduan Dasarnya.

Semuanya ini berawal dari janji temu saya dengan Mas Ardy. Kebetulan beliau lagi tour de Java ke temen-temen yang tersebar di tanah Jawa. Untung aja, Surabaya masuk dalam daftar kunjungannya. Coba kalau ngga, mungkin goal yang satu ini lebih lama terwujudnya.

Yang lebih dahsyat lagi, waktu Mas Ardy mau datang, beliau menawarkan bagaimana kalau sekalian aja ketemu dengan Cosa Aranda. Toh saya dan Cosa sama-sama belum pernah bertemu secara personal. Paling ngga kita bisa saling mengenal lebih dekat dan bukan tidak mungkin terjadilah Join Venture di kemudian hari.

Pertemuan diselenggarakan di Cafe Grazia, Tunjungan Plaza Surabaya. Untuk cerita selengkapnya udah saya posting panjang lebar di blog Arief Maulana.com, silahkan kalau mau dibaca. Buat Anda yang punya dream ketemu top IM Indonesia, jangan patah semangat. Pegang terus dream itu. Karena boleh jadi suatu saat dream itu terwujud, seperti saya. See you next time.

Goal No.70, The Simple Internet Selling


Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil juga menyelesaikan buku "The Simple Internet Selling" dan launching tanggal 15 November 2009. Praktis dengan demikian goal no.70 terpenuhi. Sebenernya goalnya adalah Rewrite The Simple Affiliate Marketing. Tapi setelah dipikir-pikir, kayanya perlu ganti judul buku dan jadilah TSIS (jadi inget salah satu themes premium wordpress).

Inget penyelesaiannya lucu juga. Soalnya saya menyelesaikan buku itu, justru disaat lagi terdesak dengan deadline skripsi + tugas rancang di kampus. Entah kenapa dan bagaimana, energi itu datang begitu saja memberikan satu semangat tak terbantahkan untuk segera menyelesaikan buku ini. Yah, namanya niat meski padet juga kegiatan saya, selalu ada waktu minimal 1 jam untuk menulis buku ini. Dan ternyata jadi juga.

Buku selesai, saya pun mengontak kembali rekan-rekan yang pernah tak mintain testimoni di TSAM. Minta ijin untuk pasang ulang testimoni mereka. Dan senangnya saya saat mereka ok + saya dapatkan 1 testimoni pebisnis internet top yang sudah passive income dari bisnis internet, Dini Shanti.

Selesai semua persiapan, launching deh itu buku di web personal saya, AriefMaulana.com. Animo pembaca tinggi sekali. Sejak launchingnya buku itu, jumlah subscriber yang mengikuti newsletter saya meningkat. Wow... that's amazing. Ngga sedahsyat yang saya bayangin. Sungguh kalau bukan karena Allah, this is impossible.

Karena udah kelar, saatnya mengejar dream dan goal yang lain. Oke! See you next time. Mudah-mudahan ngga perlu waktu lama untuk saya update blog ini. Artinya, ada goal baru yang saya selesaikan, hehehe...

Ps. Yang mau download TSIS v.1, langsung aja ke website saya!

Dream No.11, Smartphone


“Tuhan selalu bekerja dengan cara yang misterius”

Itulah satu quote yang teringat, saat saya tiba-tiba memiliki sebuah handphone canggih, Blackberry Curve.

Alhamdulillah, ngga kebayang banget saya bisa memiliki Blackberry Curve 8520. Awalnya dream saya adalah memiliki Nokia E90 (pengembangan 9300i). yang disupport penuh dengan aplikasi office dan internetnya.

Dulu saya pernah cari di internet, harga Nokia E90 sekitar 7 jutaan. Nah, karena dream, pelan-pelan saya mengumpulkan duit untuk memiliki gadget itu. 2 tahun berjalan, dan Nokia E90 sudah tidak ada lagi yang baru. Mau cari yang second, saya rada males. Soalnya pernah punya pengalaman ngga enak dengan barang second. Jadi rasanya mending cari yang baru meski harga agak expensive. Paling tidak saya percaya, kalau dari awal kita yang pegang dan rawat bisa awet.

Blackberry yang saya dapatkan bermula dari sebuah prinsip kerja yang selama ini dianut oleh ayah dan ditularkan sepenuhnya kepada saya.

Bekerjalah dengan profesional di jalan yang lurus, nanti rezeki akan datang kepadamu dengan sendirinya.

Pada suatu hari seseorang dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran datang menghadap ke ayah saya. Dia meminta bantuan ayah untuk memberikan surat rekomendasi agar perusahaannya bisa bekerja dengan maksimal.

Bagi orang lain, hal ini bisa dengan mudah saja menjadi ajang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Tahu sendiri kan sifat birokrasi di Indonesia, kalau bisa dipersulit kenapa mesti dipermudah. Dengan begitu selalu ada uang pemulus yang akan memperkaya orang birokrat yang mengurus perijinan ataupun rekomendasi itu. Beda dengan ayah. Beliau selalu berprinsip bahwa kalau bisa dipermudah, kenapa mesti dipersulit.

Orang yang datang itu tidak serta merta diberikan begitu saja oleh ayah saya rekomendasinya. Bukan karena mereka tidak menyetor duit, tapi memang karena beberapa persyaratan belum terpenuhi.

Seperti kebiasaan ayah ketika masih bekerja di Bali, ayah pun memberikan tuntunan apa dan bagaimana kelengkapan yang mesti dipenuhi. Meski mereka mau membayar sebesar apapun, tidak akan diapprove dan dibuatkan surat rekomendasi kalau memang perusahaan tersebut tidak melengkapi segala sesuatunya dengan benar.

Ayah selalu berpesan kepada saya, "Berjalanlah dibawah naungan aturan yang benar. Jangan pernah melanggar meski sedikit. Dengan demikian setiap perbuatanmu bisa dipertanggungjawabkan dengan benar. Andaikata kamu mau berbuat yang aneh-aneh, meski manusia tidak tahu tapi Allah melihat kita."

Nah, dari sana pihak perusahaan ternyata mengikuti saran dan tuntunan yang diberikan oleh ayah. Begitu dokumen yang diperlukan lengkap, maka tidak perlu menunggu waktu lama dan ngga pake berbelit-belit ala birokrat, ayah pun langsung memproses surat rekomendasi tersebut. Dan tidak perlu waktu lama, 2 hari sudah jadi suratnya.

Saya masih ingat betul waktu itu diminta oleh ayah untuk mengetik beberapa surat yang jumlahnya agak banyak. Yah, maklum ayah tidak bisa mengoperasikan komputer. Jadi kalau ada penugasan dari kantor yang berhubungan dengan komputer, saya yang membantu ayah.

Itulah sikap profesional yang dilakukan oleh ayah saya untuk diteladani anak-anaknya. Ayah selalu berpesan, jangan mencari rezeki dengan cara yang haram karena itu sama artinya dengan kamu memberi makan bangkai dan memasukkan dirimu serta keluarga ke dalam neraka. Karena begitu makanan dari uang haram masuk ke tubuh kita, maka tindakan dan perilaku kita biasanya akan semakin menjauh dari Allah.

Kemudian beberapa hari kemudian orang tersebut datang lagi ke ayah. Dia mengucapkan banyak terima kasih. Semua urusan sudah selesai. Dia salut sama ayah yang tidak seperti orang-orang birokrat lainnya. Dia pun menceritakan bagaimana proses-proses sebelumnya selalu dihambat dengan tujuan untuk mencari uang pelicin. Dan ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit untuk perusahaan.

Ayah menjawab dengan tegas, "Maaf pak, saya bukan seperti mereka. Allah melihat apa yang saya perbuat. Dan lagipula ini memang tugas saya yang sudah seharusnya saya lakukan. Bila semuanya sudah benar untuk apa dipersulit. Bukankah dengan memudahkan urusan orang lain urusan kita juga akan dipermudah oleh Allah."

Setelah perbincangan santai itu selesai. Orang tersebut pun memberikan hadiah kepada ayah, Blackberry Curve 8520, karena kebaikan dan kekagumannya kepada ayah. Tentu dengan senang hati ayah menerimanya. Inilah janji Allah, bahwa bagi yang bertakwa kepadanya akan diberikan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Selanjutnya, karena ayah paling malas berurusan dengan gadget canggih maka diberikan lah smartphone itu kepada saya. Ayah bilang buat dia, HP itu cuma untuk sms dan telpon aja. Jadi sayang kalau gadget secanggih itu beliau yang pegang.

Sejak saat itu "Black Spider", nama yang saya berikan kepada BB itu, ada di tangan saya dan menjadi asisten pribadi yang membantu seluruh aktivitas saya. Layaknya spider, BB itu mambantu saya menebar jaring komunikasi personal maupun bisnis.

Dari Sudut Pandang Saya

Nah, sebagian dari Anda tentu berpikir, "Yah, ternyata dapetnya diberi sama ayahnya. Saya pikir dia dapet usaha sendiri." Betul?

Sepintas ya. Tapi dibalik itu semua, pernah ngga terpikir bahwa sebenarnya itulah cara kerja Allah dalam merealisasikan mimpi-mimpi hambanya. Kadang benar-benar diluar logika berpikir kita.

Saya memiliki dream smartphone sudah lama. Dan saya pun melakukan usaha untuk mendapatkan itu, bukan sekedar diam dan menyerah. Saya menabung untuk mendapatkannya. Tapi jika memang ternyata terwujud lebih cepat, why not.

Bukankah rezeki itu sudah diatur oleh Allah. Dipercepat dengan cara apa, itu semua adalah hak prerogatif Allah. Dan rezeki tentu tidak bisa serta merta diberikan langsung oleh Allah kepada manusia, melainkan lewat manusia juga sebagai perantaranya.

Dan lewat ayah saya lah rezeki itu datang dan memenuhi list dream no.11. Kalaupun ayah tidak memberikan Black Spider kepada saya, maka dream no.11 juga tak terwujud. Dari sini saya belajar banyak, dan semua pelajaran saya kupas tuntas di Blog Motivasi Arief Maulana.com.

Yang pasti ini saya syukuri. 1 mimpi lagi telah terwujud. Lets catch the other dream!

Goal No.104 & 105, Menang Kontes Affiliate & Finish OJT


#104 : Menang Kontes Affiliate Marketing 2009

Ah, ternyata lama juga saya ngga update blog ini. Ya, mau gimana lagi ada prioritas pengerjaan yang jauh lebih penting dan menyita waktu online saya. Praktis, saya hanya bisa fokus di satu blog saja, Blog Motivasi AriefMaulana.com.

Nah, karena lama ngga ada kabar saya gabung aja beberapa goal yang sudah saya selesaikan di beberapa waktu belakangan ini. Dirapel kaya uang lembur pembayaran uang lembur, hehehe…

Nah, goal no.104 saya tuntaskan pada tanggal 14 September 2009 yang lalu. Goalnya adalah memenangkan kontes affiliate marketing yang diselengarakan oleh salah satu pebisnis online top Indonesia, Mbak Dini Shanti.

Beliau menyelenggarakan kontes itu dalam rangka menyebarluaskan dan mempromosikan website barunya DBC-Online. Namanya juga web baru, tentu butuh perjuangan untuk mempopulerkannya di jagad online. Makanya total hadiah yang diberikan pun, meski ngga terlalu besar tapi lebih dari cukup menurut saya. Sebesar Rp.3.000.000,-

Hadiah diberikan kepada mereka yang mampu menghasilkan volume penjualan terbanyak untuk seluruh produk DBC-Online. Kebetulan ada 3 produk yang saat ini dipasarkan di DBC-O : Panduan Membuat Website dengan Wordpress, Panduan Belajar HTML, dan Panduan Belajar Affiliate Marketing.

Well, untunglah ketika kontes diadakan list subscriber blog saya (AriefMaulana.com) sudah lumayan banyak, ada lebih dari 300 orang sebagaimana sudah saya post di tulisan sebelumnya. Dan berkat bantuan autoresponder, saya dengan mudah melancarkan email marketing untuk memasarkan seluruh produk DBC-O.

Hukum marketing pun bekerja. Dari ratusan email marketing yang saya kirimkan secara otomatis sekali klik, ada sekian % penjualan yang terjadi. Untuk strategi pemasaran lainnya sudah saya beberkan di Blog Bisnis Arief Maulana.com.

Yang jelas, pergulatan selama 2 minggu membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Alhamdulillah saya meraih volume penjualan terbanyak selama 2 minggu. Praktis saya menjadi juara 1 dalam kontes tersebut dan memenangkan hadiahnya senilai Rp.1.500.000,-

Tidak hanya itu, yang saya dapatkan sebenarnya lebih dari itu. Kok bisa? bisa. Dalam dunia affiliate marketing selalu ada perjanjian bagi hasil / komisi. Nah, di DBC-O komisi affiliate saya adalah 60% sehingga kalau ditotal penghasilan yang saya dapatkan adalah sekitar 2,8 juta. Ini saya syukuri betul karena memang di bulan yang sama, saya lagi membutuhkan banyak biaya operasional bisnis.

# 105 : Finish OJT

OJT (On the Job Training) atau praktek kerja alhamdulillah sudah saya selesaikan di tanggal 9 Oktober 2009 kemarin. Ehm, lucu juga mengingat proses OJT berlangsung. Sekarang saya bisa tersenyum, padahal dulu sampai kesal ngga karuan gara-gara penolakan demi penolakan terjadi.

Seharusnya saya melakukan OJT adalah bulan mulai bulan Juli s/d Agustus. Tapi karena adanya penolakan-penolakan dari beberapa perusahaan yang saya tuju dan harapkan untuk OJT disana, membuat OJT saya molor dan baru mulai tanggal 24 Agustus.

Awalnya saya ingin melakukan OJT di perusahaan marine consultant, dengan spesifikasi perkerjaan di bagian desain. Ini tidak lain karena bidang keahlian yang saya pilih di jurusan adalah bidang desain / perencanaan (sekarang berubah jadi rekayasa perkapalan).

Apesnya di jurusan ada kebijakan kalau kita sudah mengajukan surat permohonan ke satu perusahaan, tidak boleh mengajukan ke perusahaan lain sebelum ada keputusan yang jelas apakah diterima atau ditolak. Takutnya kalau 2 perusahaan sama-sama menerima permohonan OJT, tentu salah satu mesti dikorbankan. Akibatnya jurusan pun di black list oleh perusahaan.

Keterlambatan OJT sangat mengganggu perencanaan jadwal kegiatan, karena saat ini saya mengambil 2 Tugas Merancang (konstruksi kapal dan perencanaan sistem propulsi) sekaligus dengan Tugas Akhir alias skripsi. Kalau udah waktunya OJT ya sudah ngga bisa mengerjakan tugas merancang ataupun tugas akhir. OJT sendiri membutuhkan waktu untuk mengerjakan laporannya.

Dengan berakhirnya OJT tanggal 9 Oktober kemarin, maka saya mendapatkan kembali fokus untuk menyelesaikan 3 tugas besar jurusan teknik perkapalan.

Keterlambatan itu, walaupun awalnya menyakitkan ternyata membawa hikmah sendiri. Gara-gara terlambat, saya pun akhirnya OJT di Dumas Shipyard. Dan ternyata, disana saya mendapatkan pelajaran yang banyak sekali. Pada waktu OJT pun menyenangkan karena tidak hanya sebatas observasi, saya diberikan wewenang untuk melakukan tugas seorang Supervisor Quality Control. Tentu setelah diberi pengarahan dan pembelajaran sebelumnya. Sehingga sedikit berkompeten menjadi asisten supervisor QC.

Andai tidak ingat masih ada 3 tugas besar, saya pasti terima tawaran salah satu Koordinator QC (pembimbing OJT), Pak Agung, untuk memperpanjang masa OJT disana 2 bulan lagi.Ah sayang sekali memang.

Meski tidak lanjut di Dumas Shipyard, saya berkomitmen untuk terus menjalin silaturahmi dengan Pak Agung. Alhasil saya bisa tetap menjaga kontak dengan beliau melalui private training program gambar teknik, AutoCAD, yang saya berikan untuk anaknya.

Banyak hikmah pokoknya, meski kadang di awal keliahatannya seperti jatuh yang tertimpa tangga pula. Oke, see you next time.

Dream No.101 & 102, Proposal TA Selesai & Ujian Proposal Lulus


Alhamdulillah akhirnya perjuangan selama beberapa minggu menyusun proposal Tugas Akhir (TA) akhirnya kelar juga. Yah, banyak sekali hambatan yang dialami mulai dari bentrokan waktu dengan persiapan kerja praktek, calon dosen pembimbing yang pergi keluar negeri, dsb.

Untungnya saya tetep ngotot, apapun yang terjadi semester ini kudu ambil Tugas Akhir biar kuliah bisa kelar. Walau itu sama artinya dengan menambah satu lagi pekerjaan berat karena Tugas Merancang Kapal I dan II belum selesai. Mudah-mudahan bisa seperti senior saya, Mbak Eka yang notebene bisa menyelesaikan 3 tugas besar di jurusan T.Perkapalan tersebut dalam 1 semester.

Kesulitan pertama adalah mencari ide Tugas Akhir apa yang akan dilakukan. Untunglah sempat teringat ada satu ide yang pernah tercetus pada saat kuliah metodologi penelitian. Tidak hanya itu ketika kuliah kapal khusus pun ada tambahan satu ide lagi. Akhirnya bekal awal sudah didapat, saya pun menghadap ke dosen pembimbing.

Ternyata, dosen yang bersangkutan sedang keluar negeri. Wah, kudu sabar nunggu dia datang padahal deadline pengumpulan proposal TA sudah makin dekat. Untunglah beberapa hari kemudian beliau datang dan saya bisa menghadap. 2 ide saya ajukan untuk meminta pertimbangan beliau, mana yang sebaiknya saya ambil. Ternyata yang diterima justru ide yang tadinya berawal dari iseng-iseng belaka di kuliah Met.Penelitian. Ya sudah, lanjutkan.

Tidak banyak waktu membuat proposal yang saya buat berulang kali direvisi oleh calon dosen pembimbing. Tapi itu tidak mematahkan semangat. Bahkan sampai H-1 pun belum ada kepastian fixnya proposal. Untunglah 2 jam sebelum batas pengumpulan proposal, semua sudah fix hingga bisa segera difotocopy 3 set dan diserahkan kepada pihak sekretariat jurusan.

Pada saat akan mengumpulkan rupanya masalah masih saja ada. Gara-gara Tugas Merancang (TM) Kapal II belum selesai, proposal agak sedikit dipermasalahkan. Ini tidak lain karena lulus mata kuliah TM II adalah salah satu persyaratan untuk bisa mengambil Tugas Akhir. Ah, ada saja problem menghambat.

Terpaksa, memakai jalan terakhir yakni lobi tingkat tinggi kepada pihak sekretariat agar dizinkan mengumpulkan proposal mengingat saya punya goal semester ini adalah semester terakhir kuliah di ITS. Jangan sampai molor lagi kuliahnya. Alhamdulillah ternyata bisa, dan saya cukup dimintai lembar progress pengerjaan TM II.

Allah benar-benar membantu semua proses ini hingga menjadi lancar. Sungguh yang mustahil bisa menjadi mungkin bila Allah sudah berkehendak.

Karena pengumpulan proposal TA sukses, maka yang dihadapi berikutnya adalah ujian proposal TA. Disini ide TA diuji kelayakannya untuk dilaksanakan. Yah... sport jantung pun kembali saya rasakan. Memacu adrenalin, mempertaruhkan reputasi (lebay MODE : ON) Setidaknya hal seperti ini dirasakan oleh semua Mahasiswa Perkapalan sebanyak 5x : ujian TM1, ujian TM2, ujian TM3, ujian Proposal TA, dan ujian TA itu sendiri.

Kondisi ini diperparah dengan ketidakteraturan sistem di jurusan. Bahkan sampai H-1 sidang ujian proposal, belum ada pengumuman jadwal sidang and lokasi / kelas dimana kita bakal sidang proposal. Mana pada waktu itu kesempatan belajar saya cuma semalam gara-gara kerja praktek yang melelahkan. Untung sempat kontak senior yang punya TA hampir mirip, yakni masalah konsep desain kapal. Jadi ada ancer-ancer kudu siap jawab apa waktu pembantaian keesokan harinya.

Gong pelaksanaan sidang dibunyikan. Sampai dengan jam 9 pagi, masih belum ada pengumuman apapun. Semua deg-degan apakah kena yang hari ini atau besoknya, karena pelaksanaan sidang dilakukan dalam dua tahap (2 hari). Saya sih pengennya hari itu juga, soale udah kadung ijin ngga masuk kerja. Masa besok mesti ngga masuk kerja lagi, ngga enak sama perusahaan. Untung semua doa terkabul. Nama saya masuk dalam kloter terakhir yang sidang pada hari pertama itu. Walaupun meski nunggu sampai jam 2.30 siang, baru mulai. Tapi ga apa-apa.

Dan... giliran saya masuk ruang sidang. Didalam tidak banyak pertanyaan dilontarkan. Semua rata-rata bisa terjawab hingga satu pertanyaan maut dan telak dilontarkan. Pertanyaan itu adalah pertanyaan kunci. Kalau bisa jawab lolos, kalau ngga harapan proposal disetujui tipis. Sesaat saya sempat terdiam hingga pertolongan itu datang...

Ya, pertolongan dari dosen pembimbing saya. Dia memberikan pertanyaan tambahan yang sebenarnya adalah kunci jawaban atas pertanyaan maut sebelumnya. Alhamdulillah kedua pertanyaan terjawab dan selamat lah saya. Hehehe... Akhirnya proposal tersebut diterima dengan sedikit revisi. Apa revisinya? Cuma masalah redaksional judul TA nya saja, selebihnya isi dsb tidak ada masalah.

Lulus sidang proposal bukan akhir perjuangan. Inilah titik awal perjuangan selanjutnya, yakni TA yang sesungguhnya. Mudah-mudahan Allah membuka jalan kemudahan hingga semua bisa selesai dalam 1 semester ini, meski mungkin harus mengurangi jatah bisnis online yang sudah menjadi hobi dan melekat dalam diri saya...

Yuk... refreshing sejenak.

Goal No.71, 300 Subscriber AriefMaulana.com



Autoresponder gratis

List building amat penting bagi seorang pebisnis online seperti saya. Hal ini baru saya sadari ketika awal launching TDW University yang dilakukan oleh Tim Internet Marketing Pak Tung Desem Waringin.

Waktu itu saya susah payah mencari dan mempromosikan link afiliasi yang diberikan. Namun sementok-mentoknya, cuma berhasil mendapatkan kurang dari 100 orang. Renungan saya dimulai saat 1 hari setelah launching, beberapa pebisnis online senior pada mempromosikan hal yang sama.

Yang ada di benak saya waktu itu, mereka sudah punya ribuan, entah itu member bisnisnya ataupun para prospek yang terdaftar di subscriber program autoresponder. Jadi sekali klik, tentu banyak yang mendapatkan informasi tersebut. Dan sebagaimana hukum marketing, dari sekian banyak pasti ada sekian persen yang akan join.

Sejak itu saya langsung mendaftarkan diri di program autoresponder untuk memasang opt in di AriefMaulana.com. Tentu tidak serta merta tinggal pasang saja. Saya mesti menyiapkan produk hadiah sebagai ungkapan terima kasih bagi mereka yang mau submit nama dan email, menjadi subscriber AriefMaulana.com.

Kini setelah berjalan beberapa bulan, akhirnya jumlah subscriber saya sudah menembus lebih dari 300 orang. Itu artinya dream no.71 tercapai sudah. Kini, saatnya mengejar dream yang lebih besar lagi, yakni meningkatkan jumlah subcriber hingga 500 orang.

How? Dengan rajin mempromosikan blog dan juga konsisten menyajikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau saya bisa, Anda juga pasti bisa. Dengan autoresponder tentunya.

Pengorbanan Dalam Menjejakkan Mimpi


Seharusnya hari ini dan 3 hari ke depan saya berada di ruang seminar, di kursi VIP mendengarkan petuah dari pebisnis sekaligus motivator top Indonesia, Tung Desem Waringin.

Tiket seminar sudah saya booking jauh-jauh hari sejak TDW University di launching oleh team internet marketing Pak Tung. Yang saya bayangkan waktu itu adalah saya bakal dapat banyak ilmu dahsyat yang dibagikan selama 3 hari full time (mulai jam 9 pagi s/d 9 malam). Apalagi tiket yang seharusnya berharga hampir 5 jutaan di diskon gila-gilaan hingga cukup hanya membayar 100ribu saja.

Sayangnya keinginan itu mesti saya kubur dalam-dalam. Padahal jarang sekali Pak Tung mengadakan seminar di Surabaya. Kenapa kesempatan berharga itu saya lepas? Terpaksa demi impian.

Kadang-kadang dalam memperjuangkan impian, kita perlu mengorbankan sesuatu yang kita anggap penting dan baik bagi diri kita. But dream is numero uno. Seminar Pak Tung masih bisa saya ikuti lain waktu, tapi dream yang satu ini kalau saya lepas, bisa-bisa tidak lulus kuliah.

Dream apa yang saya maksud? Dream no.102, menyelesaikan dan mengumpulkan Proposal Tugas Akhir (skripsi). Deadline pengumpulan proposal skripsi mepet sekali. Hingga setiap waktunya terasa begitu berharga sekali, khususnya pencarian data awal sebagai referensi.

Yah, mau bagaimana lagi. Inilah konsekuensi kuliah di jurusan teknik. Semuanya kudu fix dan pasti. Dunia teknik tidak mengenal "mungkin", tapi fix dan pasti. Well, satu keinginan sudah dilepas maka itu artinya saya harus lebih serius dan memperjuangkan dream ini. Jangan sampai ketidakikutsertaan saya di seminar Financial Revolution Pak Tung menjadi sia-sia.

Mungkin kalaupun tidak ikut seminar Financial Revolulution dan Marketing Revolution, saya bisa ikut "seminar online" di TDW University. Tapi nanti, setelah lulus kuliah, biar bisa praktekkan ilmunya dengan optimal.

Bisnis Atau Kuliah?


Bisnis atau kuliah. Mana yang mesti diprioritaskan terlebih dahulu? Kadang bingung juga menjawab pertanyaan tersebut. Kenapa? Karena dua-duanya masuk di list dream saya.

Ada yang bilang moment terbaik bisnis adalah saat ini. Tidak bisa ditunda kalau bener-bener mau sukses. Tapi di sisi lain, kuliah juga penting karena dengan kuliah kita mendapatkan wawasan dan pola pikir yang sistematis dalam menyelesaikan masalah.

Saya jadi inget diskusi singkat dengan dosen Manajemen Produksi dan Operasi, Dr.Ir. Sjarief Widjaja. Waktu itu saya tanya tentang esensi dan makna kuliah itu sendiri. Beliau bilang bahwa sebenarnya di waktu kuliah, ada 3 hal penting yang jauh lebih penting daripada mata kuliah yang diajarkan itu sendiri. Apa saja?
  1. Pengenalan dan Pemetaan Potensi Diri
  2. Kemampuan Searching Informasi
  3. Pembentukan Pola Pikir Sistematis untuk Menyelesaikan Masalah
Ketiga hal ini yang kadang kurang disadari oleh kebanyakan mahasiswa dan dosen di Kampus. Mereka hanya berpatokan pada sisi akademik saja, hafalan rumus misalnya atau pemahaman atas materi mata kuliah yang diajarkan.

Maka dari itu saya juga ikut memandang bahwa kuliah itu penting, meskipun banyak sekali fenomena pebisnis sukses yang justru malah DO (Drop Out) atau OD (Out Dewe). Jika yang tidak kuliah saja bisa sukses, apalagi anak kuliahan. Itu yang saya pegang.

Bagaimana dengan bisnis? Ehm... ini juga penting. Karena tidak bisa dipungkiri saya orang yang senang dengan dunia marketing ataupun bisnis. Apalagi kalau ingat konsep the cashflow quadrant milik Robert T.Kiyosaki. Bisnis dan investasi menjadi 2 jalan penting jika ingin passive income.

Jadi pilih mana? Biar bagaimana tetep, ujung-ujungnya kuliah. Karena lulus kuliah dengan IPK > 3 menjadi salah satu dream saya dan juga dream orang tua. Paling tidak sebagai anak saya kudu menghargai upaya dan kerja keras ortu yang membiayai kuliah hingga saat ini (saya tidak pernah diperbolehkan bayar kuliah sendiri).

And bout bisnis? Biarlah untuk saat ini mengalir saja. Just for fun and trial error sedikit. So, ketika ntar lulus kuliah paling tidak fondasi sudah saya bangun. Tinggal melanjutkan dengan pembangunan "Rief Business Tower".

Yang jelas keduanya masuk dalam daftar dream list saya dan KUDU DIWUJUDKAN... tinggal masalah prioritas saja...

Percaya Kepada Mimpi, Itu Kuncinya


dreamKemarin di facebook, saya bertemu dengan sejumlah kawan lama. Mengagumkan begitu banyak perubahan terjadi pada mereka. Beberapa malah sudah ada yang mau maried. What bout me? Santai aja. Jalan masih panjang.

Mereka juga mengatakan hal yang sama. Kaget atas perubahan yang saya alami. Yang jelas Arief waktu SMP dan SMA beda jauh dengan Arief saat ini. Saya akui banyak hal yang terjadi dalam perjalanan mengubah hidup ini.

Jika waktu SMP dan SMA, saya masih belum mengenal apa itu konsep dream dan pencapaiannya. Yang saya lakukan sama seperti kebanyakan orang, jalani hidup apa adanya bagai air yang mengalir. Lain dulu, lain sekarang. Sekarang saya adalah dream hunter...

Bukankah hidup ini cuma sekali. Menurut saya rugi sekali kalau hanya dihabiskan untuk hidup biasa-biasa saja. Makanya saya bersyukur sekali ketika masuk Kampus Perdjoeangan ITS, saya mengenal konsep manajemen diri lewat LKMM (sekarang malah jadi trainer LKMM). Dari sana saya belajar bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

Kemudian saya belajar bahwa untuk sukses hanya satu kuncinya : punya mimpi dan percaya pada mimpi itu. Tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa diwujudkan bila kita mau. Sejak saat itu saya taruh semua mimpi sukses itu di pikiran. Pelan tapi pasti semua mulai terwujud satu persatu.

Jadi, ketika saya mengenang masa lalu suka senyum-senyum sendiri. Tidak terasa banyak sekali sudah dream-dream kecil yang terwujud. Sudah saatnya memperbesar katup impian dan mengejar yang lebih besar. Bukan karena serakah, tapi karena game dream hunter ini sangat menyenangkan.

Ada satu kebanggaan manakala dream tersebut terwujud. Maka dari itu saya mulai menuliskan dream-dream dan mengejarnya satu persatu. Jika Anda belum mencoba, saya yakin teman-temen tidak akan tahu rasanya hidup mengejar impian, seperti yang Mas Danang (my inspirator) lakukan..

Buat saya, hidup ini simpel. Tuliskan dream, percaya pada dream tersebut, kejar hingga dapat. Bila memang lepas, maka ikhlaskan saja Allah mengganti dengan yang lebih baik...

Dream No 19. Dapet Judul Skripsi


Akhirnya... Alhamdulillah setelah 2 semester terkahir berkutat mencari judul yang bisa diambil untuk Tugas Akhir di kampus alias Skripsi, akhirnya kemarin dapet juga. Saya bersyukur karena judul tersebut tidak saya dapatkan dari hasil "mengemis judul", sebagaimana yang dilakukan beberapa teman mahasiswa lainnya.

Sebenernya ide ini terbersit waktu ambil mata kuliah Metodologi Penelitian. Kebetulan salah satu tugasnya kan bikin ide buat proposal tugas akhir. Nah iseng aja ambil masalah konsep desain kapal pembersih sampah yang beroperasi di daerah sungai. Ternyata sekarang itu malah menjadi konsep yang paling bisa diterima untuk dikerjakan.

Keinginan untuk maju dan konsultasi soal judul TA ini sebenarnya udah dari beberapa minggu yang lalu, sayangnya saya mesti "istirahat total dulu". Disamping itu dosen yang mau saya jadikan dosen pembimbing masih repot bisnis di luar negeri. Untunglah kemarin sempat ketemu dan akhirnya bisa mengajukan 2 pilihan judul TA.

Dengan di setujuinya judul TA saya, maka salah satu dream saya No.19 sudah terwujud. Tapi ini baru awal, masih banyak dream lain yang juga mesti diwujudkan. But perjalanan tidak berhenti disini... Lets get the other dreams...

Istirahat Dulu Rief, Dari Kepenatan Dunia


Alhamdulillah, akhirnya saya sehat juga. Walau masih menyisakan sedikit batuk. Tidak terasa 1 minggu saya meninggalkan semua rutinitas yang padat, penat dan melelahkan. Jika biasanya saya standby di depan laptop hingga berjam-jam atau harus berjalan kesana kemari di kampus seperti manusia sibuk lainnya, maka 1 minggu kemarin saya habiskan hanya berbaring di tempat tidur saja.

Semua berawal dari hari senin yang lalu, saat jam 3 pagi pasca shalat tahajud + witir. Biasanya waktu saya habiskan untuk online mengejar target mimpi yang ada di daftar 100 mimpiku. But, berhubung adik di pondokan sakit berat, maka berangkatlah saya dini hari tsb ke Ponpes MBI Amanatul Ummah Pacet.

Rupanya disana sedang mewabah flu berat. Hampir 80% kena semua. Sampai-sampai saya dengar pembelajaran ditiadakan dulu demi memulihkan para santri disana. Nah, dari adik inilah kemudian flu menular pada saya dan memaksa saya untuk terbaring selama 1 minggu.

Selama terkapar lemah, tak ada yang bisa dilakukan. Membuka laptop saja saya tidak kuat, padahal pancaran radiasi dari layar monitornya terbilang cukup rendah. Kepala selalu pusing dan badan meriang, kaku bila digerakkan.

Daripada mengeluh, lebih baik dinikmati saja sakit ini. Lumayan lah, menghapus dosa-dosa kecil. Mungkin ini jalan satu-satunya Allah agar saya bisa beristirahat.

Dalam rasa sakit itu saya merenungi. Ternyata inilah hikmah kenapa pengajuan kerja praktek saya ditolak. Karena jika saja saat itu diterima, maka saat saya mengalami musibah sakit flu yang berkepanjangan ini, tentu akan lebih dari 1 minggu saya izin tidak masuk kerja. Dan itu akan mempengaruhi penilaian terhadap kinerja saya.

Well, Allah memang sempurna mengatur segala sesuatunya. Pas dengan doa yang selalu saya panjatkan, meminta yang terbaik. Meskipun dengan sakit itu urusan persiapan skripsi tertunda dan waktu semakin mendekati deadline pengumpulan proposal skripsi.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, kita manusia hanya bisa berencana saja. Selebihnya biarkan saja "penghapus" itu ada di tangan Allah. Cukup percaya saja bahwa selalu ada rencana yang lebih baik dari Allah jika kita dekat dengannya.
"Rief... istirahatlah dulu dari kepenatan dunia. Bila sudah waktunya, maka berlarilah kembali mengejar semua mimpimu hingga kau sukses..."

Biarkan Allah Yang Menghapusnya


Pagi yang indah. Aku putuskan sejenak untuk blogwalking sambil cari inspirasi... Dan ternyata, tidak butuh waktu yang lama. Kutemukan sebuah kalimat yang memotivasi dari blog Bunda Eva.
"Tulislah impianmu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya pada Allah. Izinkan Dia menghapus bagian yang salah dan menggantinya dengan rencana-Nya yang indah..."
Masih soal mimpi dan jejak sukses. Banyak dari kita suka ragu dengan mimpi kita sendiri, dengan diri kita sendiri. "Mampu ngga sih aku mewujudkan semua mimpi itu?"

Hey... STOP! Berhenti meragukan diri kita dan menertawakan semua mimpi itu! Tuliskan saja semuanya dan lakukan apa yang bisa kita lakukan sebaik mungkin. Hanya Allah yang pantas memutuskan apakah kita berhak sukses atas mimpi kita atau tidak. Seperti ungkapan di atas, tuliskan impianmu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya pada Allah...


I Have A dream
By : Westlife

I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream

I have a dream, a fantasy
To help me through reality
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness still another mile
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I'll cross the stream - I have a dream

I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream - I have a dream
I'll cross the stream - I have a dream


Dengan Nama Allah Aku Melangkah

Dengan Nama Allah
Entah apa yang merasukiku hingga akhirnya memutuskan untuk membangun website sederhana ini. Mungkin karena terinspirasi dan ingin menginspirasi dunia. Seperti impian lama yang hingga saat ini masih kugenggam erat dalam hati, pikiran dan tindakanku.

Special thanx buat Mas Danang A. Prabowo yang telah membuka mataku untuk berkarya lebih baik lagi dan memutuskan menjadi "pembuat jejak" baru mengikuti langkah-langkahnya menginspirasi dunia. Lewat sebuah video sederhana yang sungguh menyentak hati, membuat bulu kuduk merinding, dan menyesal... "Kenapa tidak dari dulu aku melihat video ini!"



Sebuah video jejak-jejak mimpi yang berhasil ditorehkan oleh Mas Danang, tentunya dengan kekuasaan Allah SWT Sang Pencipta dan Pemberi Hidup yang luar biasa ini.

Video itu membuatku berpikir, kenapa tidak kulakukan hal yang sama. Menuliskan 100 mimpiku dan mulai menjejakkan mimpi-mimpiku sendiri di dunia ini. Tanpa pikir panjang kulakukan apa yang dilakukan Mas Danang. Kutuliskan ulang 100 mimpi itu dan siap kutinggalkan jejak-jejak suksesku untuk menginspirasi dunia.

Well, sebenarnya sudah ada beberapa mimpiku yang terwujud. Sebuah hasil dari proses perdjoeangan di masa yang lampau, saat aku baru mengenal apa itu konsep dream dan how to make dream come true by business. Sayangnya semua itu tak kurekam sedikitpun. Mungkin cukup untuk diri sendiri pikirku.

Tapi setelah melihat video Mas Danang, aku pikir terlalu egois bila kusimpan jejak-jejak sukses itu sendiri sementara banyak teman di luar sana berpikir dan terus mencari inspirasi dan motivasi agar mereka juga bisa mewujudkan mimpi-mimpinya.

Maka itu kunamakan website ini Jejak Mimpi Sukses, dan akan kutorehkan jejak-jejak perdjoeanganku disini seiring dengan perjalanan waktu dan hidupku mewujudkan mimpiku sendiri... menjadi seorang Inspirator dan Motivator Dunia.

Dengan nama Allah aku melangkah...

"Ya Allah, berilah hambamu ini kekuatan untuk mewujudkan semua mimpi yang terpendam dan menginspirasi hamba-hambamu yang lain untuk melakukan hal yang sama..."
Amin...!