
Ada yang bilang moment terbaik bisnis adalah saat ini. Tidak bisa ditunda kalau bener-bener mau sukses. Tapi di sisi lain, kuliah juga penting karena dengan kuliah kita mendapatkan wawasan dan pola pikir yang sistematis dalam menyelesaikan masalah.
Saya jadi inget diskusi singkat dengan dosen Manajemen Produksi dan Operasi, Dr.Ir. Sjarief Widjaja. Waktu itu saya tanya tentang esensi dan makna kuliah itu sendiri. Beliau bilang bahwa sebenarnya di waktu kuliah, ada 3 hal penting yang jauh lebih penting daripada mata kuliah yang diajarkan itu sendiri. Apa saja?
- Pengenalan dan Pemetaan Potensi Diri
- Kemampuan Searching Informasi
- Pembentukan Pola Pikir Sistematis untuk Menyelesaikan Masalah
Maka dari itu saya juga ikut memandang bahwa kuliah itu penting, meskipun banyak sekali fenomena pebisnis sukses yang justru malah DO (Drop Out) atau OD (Out Dewe). Jika yang tidak kuliah saja bisa sukses, apalagi anak kuliahan. Itu yang saya pegang.
Bagaimana dengan bisnis? Ehm... ini juga penting. Karena tidak bisa dipungkiri saya orang yang senang dengan dunia marketing ataupun bisnis. Apalagi kalau ingat konsep the cashflow quadrant milik Robert T.Kiyosaki. Bisnis dan investasi menjadi 2 jalan penting jika ingin passive income.
Jadi pilih mana? Biar bagaimana tetep, ujung-ujungnya kuliah. Karena lulus kuliah dengan IPK > 3 menjadi salah satu dream saya dan juga dream orang tua. Paling tidak sebagai anak saya kudu menghargai upaya dan kerja keras ortu yang membiayai kuliah hingga saat ini (saya tidak pernah diperbolehkan bayar kuliah sendiri).
And bout bisnis? Biarlah untuk saat ini mengalir saja. Just for fun and trial error sedikit. So, ketika ntar lulus kuliah paling tidak fondasi sudah saya bangun. Tinggal melanjutkan dengan pembangunan "Rief Business Tower".
Yang jelas keduanya masuk dalam daftar dream list saya dan KUDU DIWUJUDKAN... tinggal masalah prioritas saja...
9 comments:
mmm mantep mas..mustinya pemuda2 sekrang punya pemikiran kaya mas..biar indonesia makin mantep di SDMnya..thx for inspiration, saya langsung keinget kerja bapak-ibuk dirumah..kasian berat kerjanya
Kudu tuh mas..wah...SALUT MAS ARIEF SDAHBUWAT WEB BARU....PADAHAL SAYA MASIH BELUM KELAR TUH..he..
SALAM SUKSES
@ Mas Ipin - harusnya demikian mas. Tapi sayangnya tidak seperti itu. Makanya salah satu media saya mengembangkan SDM selain mengisi seminar / training manajemen diri, saya juga menulis di AriefMaulana.com
@ Alhijr - yah... mo gimana lagi kalao emang udah hobi nulis. Makanya saya juga mo cari bisnis yg cari penulis free lance
mantep mas,,,,
selamat ya dengan blog barunya
wujudkan harapan orang tua, untuk menjadi anak yang berguna
action yang sudah d planning tentunya
Sangat pas dengan judul artikel Bisnis Guru terhangat yang berjudul Buat Apa Sekolah?
Kemelut batin seperti ini yang kerap melanda remaja kita yang mulai mencicipi duit saat masa study berlangsung. Mirip dengan artis-artis remaja yang mulai bimbang menentukan prioritas antara karir keartisannya apa sekolahnya.
Menurut saya langkah Mas Arief sudah tepat dalam membuat skala prioritas. Bagaimana pun juga Study tetap hal yang paling utama. Ini ibarat pilihan antara diberi harta atau diberi ilmu, diberi ikan atau diberi kail. Nah, saya yakin kita sudah bisa menentukan pilihan skala prioritas dengan sangat bijak dari ilustrasi sederhana ini.
Salam Istimewa!
@ Candra - thanx
@ Dadang & afwan - you got the point
@ Umar - terima kasih nasehatnya
ini nih iiank membingungkan..!! Btw,, ada informasi tentang sekolah bisnis ga?? Apa cuma SBM ITB Iia??
=,= Tahun depan pgin kesana..!! Doakan iia..
Amien..
Post a Comment
Tinggalkan jejakmu disini, agar dunia bisa melihatmu!