
“Tuhan selalu bekerja dengan cara yang misterius”
Itulah satu quote yang teringat, saat saya tiba-tiba memiliki sebuah handphone canggih, Blackberry Curve.
Alhamdulillah, ngga kebayang banget saya bisa memiliki Blackberry Curve 8520. Awalnya dream saya adalah memiliki Nokia E90 (pengembangan 9300i). yang disupport penuh dengan aplikasi office dan internetnya.
Dulu saya pernah cari di internet, harga Nokia E90 sekitar 7 jutaan. Nah, karena dream, pelan-pelan saya mengumpulkan duit untuk memiliki gadget itu. 2 tahun berjalan, dan Nokia E90 sudah tidak ada lagi yang baru. Mau cari yang second, saya rada males. Soalnya pernah punya pengalaman ngga enak dengan barang second. Jadi rasanya mending cari yang baru meski harga agak expensive. Paling tidak saya percaya, kalau dari awal kita yang pegang dan rawat bisa awet.
Blackberry yang saya dapatkan bermula dari sebuah prinsip kerja yang selama ini dianut oleh ayah dan ditularkan sepenuhnya kepada saya.
Nah, dari sana pihak perusahaan ternyata mengikuti saran dan tuntunan yang diberikan oleh ayah. Begitu dokumen yang diperlukan lengkap, maka tidak perlu menunggu waktu lama dan ngga pake berbelit-belit ala birokrat, ayah pun langsung memproses surat rekomendasi tersebut. Dan tidak perlu waktu lama, 2 hari sudah jadi suratnya.
Saya masih ingat betul waktu itu diminta oleh ayah untuk mengetik beberapa surat yang jumlahnya agak banyak. Yah, maklum ayah tidak bisa mengoperasikan komputer. Jadi kalau ada penugasan dari kantor yang berhubungan dengan komputer, saya yang membantu ayah.
Itulah sikap profesional yang dilakukan oleh ayah saya untuk diteladani anak-anaknya. Ayah selalu berpesan, jangan mencari rezeki dengan cara yang haram karena itu sama artinya dengan kamu memberi makan bangkai dan memasukkan dirimu serta keluarga ke dalam neraka. Karena begitu makanan dari uang haram masuk ke tubuh kita, maka tindakan dan perilaku kita biasanya akan semakin menjauh dari Allah.
Kemudian beberapa hari kemudian orang tersebut datang lagi ke ayah. Dia mengucapkan banyak terima kasih. Semua urusan sudah selesai. Dia salut sama ayah yang tidak seperti orang-orang birokrat lainnya. Dia pun menceritakan bagaimana proses-proses sebelumnya selalu dihambat dengan tujuan untuk mencari uang pelicin. Dan ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit untuk perusahaan.
Ayah menjawab dengan tegas, "Maaf pak, saya bukan seperti mereka. Allah melihat apa yang saya perbuat. Dan lagipula ini memang tugas saya yang sudah seharusnya saya lakukan. Bila semuanya sudah benar untuk apa dipersulit. Bukankah dengan memudahkan urusan orang lain urusan kita juga akan dipermudah oleh Allah."
Setelah perbincangan santai itu selesai. Orang tersebut pun memberikan hadiah kepada ayah, Blackberry Curve 8520, karena kebaikan dan kekagumannya kepada ayah. Tentu dengan senang hati ayah menerimanya. Inilah janji Allah, bahwa bagi yang bertakwa kepadanya akan diberikan rezeki yang tidak disangka-sangka.
Selanjutnya, karena ayah paling malas berurusan dengan gadget canggih maka diberikan lah smartphone itu kepada saya. Ayah bilang buat dia, HP itu cuma untuk sms dan telpon aja. Jadi sayang kalau gadget secanggih itu beliau yang pegang.
Sejak saat itu "Black Spider", nama yang saya berikan kepada BB itu, ada di tangan saya dan menjadi asisten pribadi yang membantu seluruh aktivitas saya. Layaknya spider, BB itu mambantu saya menebar jaring komunikasi personal maupun bisnis.
Dari Sudut Pandang Saya
Nah, sebagian dari Anda tentu berpikir, "Yah, ternyata dapetnya diberi sama ayahnya. Saya pikir dia dapet usaha sendiri." Betul?
Sepintas ya. Tapi dibalik itu semua, pernah ngga terpikir bahwa sebenarnya itulah cara kerja Allah dalam merealisasikan mimpi-mimpi hambanya. Kadang benar-benar diluar logika berpikir kita.
Saya memiliki dream smartphone sudah lama. Dan saya pun melakukan usaha untuk mendapatkan itu, bukan sekedar diam dan menyerah. Saya menabung untuk mendapatkannya. Tapi jika memang ternyata terwujud lebih cepat, why not.
Bukankah rezeki itu sudah diatur oleh Allah. Dipercepat dengan cara apa, itu semua adalah hak prerogatif Allah. Dan rezeki tentu tidak bisa serta merta diberikan langsung oleh Allah kepada manusia, melainkan lewat manusia juga sebagai perantaranya.
Dan lewat ayah saya lah rezeki itu datang dan memenuhi list dream no.11. Kalaupun ayah tidak memberikan Black Spider kepada saya, maka dream no.11 juga tak terwujud. Dari sini saya belajar banyak, dan semua pelajaran saya kupas tuntas di Blog Motivasi Arief Maulana.com.
Yang pasti ini saya syukuri. 1 mimpi lagi telah terwujud. Lets catch the other dream!
Alhamdulillah, ngga kebayang banget saya bisa memiliki Blackberry Curve 8520. Awalnya dream saya adalah memiliki Nokia E90 (pengembangan 9300i). yang disupport penuh dengan aplikasi office dan internetnya.
Dulu saya pernah cari di internet, harga Nokia E90 sekitar 7 jutaan. Nah, karena dream, pelan-pelan saya mengumpulkan duit untuk memiliki gadget itu. 2 tahun berjalan, dan Nokia E90 sudah tidak ada lagi yang baru. Mau cari yang second, saya rada males. Soalnya pernah punya pengalaman ngga enak dengan barang second. Jadi rasanya mending cari yang baru meski harga agak expensive. Paling tidak saya percaya, kalau dari awal kita yang pegang dan rawat bisa awet.
Blackberry yang saya dapatkan bermula dari sebuah prinsip kerja yang selama ini dianut oleh ayah dan ditularkan sepenuhnya kepada saya.
Bekerjalah dengan profesional di jalan yang lurus, nanti rezeki akan datang kepadamu dengan sendirinya.
Pada suatu hari seseorang dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran datang menghadap ke ayah saya. Dia meminta bantuan ayah untuk memberikan surat rekomendasi agar perusahaannya bisa bekerja dengan maksimal.
Bagi orang lain, hal ini bisa dengan mudah saja menjadi ajang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Tahu sendiri kan sifat birokrasi di Indonesia, kalau bisa dipersulit kenapa mesti dipermudah. Dengan begitu selalu ada uang pemulus yang akan memperkaya orang birokrat yang mengurus perijinan ataupun rekomendasi itu. Beda dengan ayah. Beliau selalu berprinsip bahwa kalau bisa dipermudah, kenapa mesti dipersulit.
Orang yang datang itu tidak serta merta diberikan begitu saja oleh ayah saya rekomendasinya. Bukan karena mereka tidak menyetor duit, tapi memang karena beberapa persyaratan belum terpenuhi.
Seperti kebiasaan ayah ketika masih bekerja di Bali, ayah pun memberikan tuntunan apa dan bagaimana kelengkapan yang mesti dipenuhi. Meski mereka mau membayar sebesar apapun, tidak akan diapprove dan dibuatkan surat rekomendasi kalau memang perusahaan tersebut tidak melengkapi segala sesuatunya dengan benar.
Ayah selalu berpesan kepada saya, "Berjalanlah dibawah naungan aturan yang benar. Jangan pernah melanggar meski sedikit. Dengan demikian setiap perbuatanmu bisa dipertanggungjawabkan dengan benar. Andaikata kamu mau berbuat yang aneh-aneh, meski manusia tidak tahu tapi Allah melihat kita."
Bagi orang lain, hal ini bisa dengan mudah saja menjadi ajang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Tahu sendiri kan sifat birokrasi di Indonesia, kalau bisa dipersulit kenapa mesti dipermudah. Dengan begitu selalu ada uang pemulus yang akan memperkaya orang birokrat yang mengurus perijinan ataupun rekomendasi itu. Beda dengan ayah. Beliau selalu berprinsip bahwa kalau bisa dipermudah, kenapa mesti dipersulit.
Orang yang datang itu tidak serta merta diberikan begitu saja oleh ayah saya rekomendasinya. Bukan karena mereka tidak menyetor duit, tapi memang karena beberapa persyaratan belum terpenuhi.
Seperti kebiasaan ayah ketika masih bekerja di Bali, ayah pun memberikan tuntunan apa dan bagaimana kelengkapan yang mesti dipenuhi. Meski mereka mau membayar sebesar apapun, tidak akan diapprove dan dibuatkan surat rekomendasi kalau memang perusahaan tersebut tidak melengkapi segala sesuatunya dengan benar.
Ayah selalu berpesan kepada saya, "Berjalanlah dibawah naungan aturan yang benar. Jangan pernah melanggar meski sedikit. Dengan demikian setiap perbuatanmu bisa dipertanggungjawabkan dengan benar. Andaikata kamu mau berbuat yang aneh-aneh, meski manusia tidak tahu tapi Allah melihat kita."
Nah, dari sana pihak perusahaan ternyata mengikuti saran dan tuntunan yang diberikan oleh ayah. Begitu dokumen yang diperlukan lengkap, maka tidak perlu menunggu waktu lama dan ngga pake berbelit-belit ala birokrat, ayah pun langsung memproses surat rekomendasi tersebut. Dan tidak perlu waktu lama, 2 hari sudah jadi suratnya.
Saya masih ingat betul waktu itu diminta oleh ayah untuk mengetik beberapa surat yang jumlahnya agak banyak. Yah, maklum ayah tidak bisa mengoperasikan komputer. Jadi kalau ada penugasan dari kantor yang berhubungan dengan komputer, saya yang membantu ayah.
Itulah sikap profesional yang dilakukan oleh ayah saya untuk diteladani anak-anaknya. Ayah selalu berpesan, jangan mencari rezeki dengan cara yang haram karena itu sama artinya dengan kamu memberi makan bangkai dan memasukkan dirimu serta keluarga ke dalam neraka. Karena begitu makanan dari uang haram masuk ke tubuh kita, maka tindakan dan perilaku kita biasanya akan semakin menjauh dari Allah.
Kemudian beberapa hari kemudian orang tersebut datang lagi ke ayah. Dia mengucapkan banyak terima kasih. Semua urusan sudah selesai. Dia salut sama ayah yang tidak seperti orang-orang birokrat lainnya. Dia pun menceritakan bagaimana proses-proses sebelumnya selalu dihambat dengan tujuan untuk mencari uang pelicin. Dan ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit untuk perusahaan.
Ayah menjawab dengan tegas, "Maaf pak, saya bukan seperti mereka. Allah melihat apa yang saya perbuat. Dan lagipula ini memang tugas saya yang sudah seharusnya saya lakukan. Bila semuanya sudah benar untuk apa dipersulit. Bukankah dengan memudahkan urusan orang lain urusan kita juga akan dipermudah oleh Allah."
Setelah perbincangan santai itu selesai. Orang tersebut pun memberikan hadiah kepada ayah, Blackberry Curve 8520, karena kebaikan dan kekagumannya kepada ayah. Tentu dengan senang hati ayah menerimanya. Inilah janji Allah, bahwa bagi yang bertakwa kepadanya akan diberikan rezeki yang tidak disangka-sangka.
Selanjutnya, karena ayah paling malas berurusan dengan gadget canggih maka diberikan lah smartphone itu kepada saya. Ayah bilang buat dia, HP itu cuma untuk sms dan telpon aja. Jadi sayang kalau gadget secanggih itu beliau yang pegang.
Sejak saat itu "Black Spider", nama yang saya berikan kepada BB itu, ada di tangan saya dan menjadi asisten pribadi yang membantu seluruh aktivitas saya. Layaknya spider, BB itu mambantu saya menebar jaring komunikasi personal maupun bisnis.
Dari Sudut Pandang Saya
Nah, sebagian dari Anda tentu berpikir, "Yah, ternyata dapetnya diberi sama ayahnya. Saya pikir dia dapet usaha sendiri." Betul?
Sepintas ya. Tapi dibalik itu semua, pernah ngga terpikir bahwa sebenarnya itulah cara kerja Allah dalam merealisasikan mimpi-mimpi hambanya. Kadang benar-benar diluar logika berpikir kita.
Saya memiliki dream smartphone sudah lama. Dan saya pun melakukan usaha untuk mendapatkan itu, bukan sekedar diam dan menyerah. Saya menabung untuk mendapatkannya. Tapi jika memang ternyata terwujud lebih cepat, why not.
Bukankah rezeki itu sudah diatur oleh Allah. Dipercepat dengan cara apa, itu semua adalah hak prerogatif Allah. Dan rezeki tentu tidak bisa serta merta diberikan langsung oleh Allah kepada manusia, melainkan lewat manusia juga sebagai perantaranya.
Dan lewat ayah saya lah rezeki itu datang dan memenuhi list dream no.11. Kalaupun ayah tidak memberikan Black Spider kepada saya, maka dream no.11 juga tak terwujud. Dari sini saya belajar banyak, dan semua pelajaran saya kupas tuntas di Blog Motivasi Arief Maulana.com.
Yang pasti ini saya syukuri. 1 mimpi lagi telah terwujud. Lets catch the other dream!
17 comments:
Black Spider...Alhamdulillah...., oke SEMOGA MAKIN PRODUKTIF MAS..
@ Alhijr - Iya alhamdulillah... pendamping serasi Red Viper saya... hehehe....
Amin. Semoga bisa diberi kekuatan untuk senantiasa produktif di hal-hal yang positif.
Assalamu'alaikum Mas Arief,Pengalaman saya tentang meraih mimpi itu lain lagi. Saya ini orangnya gaptek, ga pernah bercita2 punya hape yang canggih, seperti ayahnya Mas Arief itu...cukup buat nelpon sama sms. Sampai suatu hari saya berkeinginan punya hape yang agak canggih dikit, minimal ada camera buat mengabadikan momen2 berharga. Alhamdulillah keesokan harinya Allah kasih saya hape seperti itu...dapet dari door price! Ternyata mimpi itu juga bisa berarti do'a ya...Saya yakin kalau rizki itu memang sudah ditentukan oleh Allah, tinggal balik ke kita, apakah kita mau dan siap untuk menerimanya...artinya kita tetap harus berusaha, dan salah satu usaha kita, ya do'a itu sendiri, dan gimana pun caranya dia sampai ke kita (asal halal tentunya) wajib kita syukuri.Wassalam.
saya pernah kehilangan flash-disk, mau beli lagi tidak ada uang. lalu tiba-tiba saja ada flash disk ketinggalan, ketika saya cari orangnya ternyata tidak ada sehingga flash disk itu saya pakai hingga sekarang. dan itu terulang hingga lebih dari dua kali.
hilang satu selalu berganti, entah kenapa saat hidup sudah mencapai akhir, ternyata Tuhan masih menolong saya.
HP itu memang rizkinya Mas Arief hanya jalannya lewat Ayah. Sebaliknya, apa yang kita pegang itu belum tentu "jatah" kita. Bisa jadi itu rizki orang lain lewat tangan kita ...
selamat ya dan sukses selalu dr http://rahmatbonus.co.cc
Life is a mystery.Selamat! Anda patut berbangga memiliki ayah yang baik dan terbentuk karenanya.
Jejak mimpiku?
1. Saya akan ambil yang sederhana saja. Dulu saya hanya punya 2 FD dgn space 1GB & 2GB. Itu masih belum membuat saya merasa puas. Saya masih ingin yang 4GB keluaran Kingston. Sampai akhirnya saya mendapatkannya. FD 4GB itu tidak saya beli melainkan saya menemukannya. Beberapa hari [hampir sebulan bahkan] saya coba untuk menunggu di tempat yg sama, barangkali sang empunya FD datang mencari. Tapi batang hidungnya tidak kunjung kelihatan. Sampai akhirnya saya berfikir itu memang diberikan Dia untuk saya. FD masih dalam kondisi Mulus tersegel. Dan untuk 2 FD yang saya miliki sebelumnya itu juga merupakan pemberian. Jadi saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
2. Setelah beberapa bulan mengenal dunia E-Commerce & Blogging. Saya punya mimpi agar bisa memiliki sebuah Laptop + IM2 untuk jaringan Internet. Hanya selang beberapa bulan [tidak sampai 6 bulan] benda-benda itu ada dalam genggaman tangan ini. Padahal jika dipikir dgn Gaji saya yang seorang karyawan biasa hal itu gak akan mungkin. Tapi Pekerjaan Tuhan itu Luar Biasa, dengan cara yang Ajaib Dia bekerja.
Jadi selama kita memiliki mimpi dan kita dengan sungguh-sungguh percaya Kuasa Tuhan, tidak ada satupun kata mustahil.
Karena saya hidup seorang diri di kota besar ini, Ibu pernah berpesan "Tuhan, tidak pernah berhutang setetespun air mata kita. Setiap tetesnya, Dia perhitungkan." Dan hal itulah yang saya pegang terus.
Semoga share saya ini bisa menjadi berkat buat yang membacanya.
Salam sukses selalu..kita memang harus bekerja di jalan lurus agar cepat mendapatkan rezeki..:-)
Salam kenal dari saya. :-)
@ Anynomous - pengalaman yg menarik. Sayang saya tidak bisa mengenal Anda lebih jauh karena tidak menuliskan nama!
@ Unego - Itulah murah hatinya Tuhan. Maka nikmat Tuhan yg manakah, yang kamu dustakan... (Ar-Rahman)
@ Bang Dje - bener bang. Di setiap bagian harta kita ada hak orang lain...
@ Rahmat & Retno - terima kasih!
@ Pangki - well, kisah Anda sungguh luar biasa. Mestinya ditulis sebagai posting, biar lebih banyak yg bisa membacanya.
@ Fathur - terima kasih sudah mengingatkan
Ada beberapa pertanyaan :
Sebenarnya ada berapa mimpi yang mas Arief punya ?
Berapa yang sudah terwujud ?
Bisa diberitahukan gmn caranya secara detail?
Thx before,
MANTABS ^_^
Salam Ta'zim untuk Ayahanda Semoga Tetap Istiqomah,
Post a Comment
Tinggalkan jejakmu disini, agar dunia bisa melihatmu!