RSS

Dream No.11, Smartphone


“Tuhan selalu bekerja dengan cara yang misterius”

Itulah satu quote yang teringat, saat saya tiba-tiba memiliki sebuah handphone canggih, Blackberry Curve.

Alhamdulillah, ngga kebayang banget saya bisa memiliki Blackberry Curve 8520. Awalnya dream saya adalah memiliki Nokia E90 (pengembangan 9300i). yang disupport penuh dengan aplikasi office dan internetnya.

Dulu saya pernah cari di internet, harga Nokia E90 sekitar 7 jutaan. Nah, karena dream, pelan-pelan saya mengumpulkan duit untuk memiliki gadget itu. 2 tahun berjalan, dan Nokia E90 sudah tidak ada lagi yang baru. Mau cari yang second, saya rada males. Soalnya pernah punya pengalaman ngga enak dengan barang second. Jadi rasanya mending cari yang baru meski harga agak expensive. Paling tidak saya percaya, kalau dari awal kita yang pegang dan rawat bisa awet.

Blackberry yang saya dapatkan bermula dari sebuah prinsip kerja yang selama ini dianut oleh ayah dan ditularkan sepenuhnya kepada saya.

Bekerjalah dengan profesional di jalan yang lurus, nanti rezeki akan datang kepadamu dengan sendirinya.

Pada suatu hari seseorang dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran datang menghadap ke ayah saya. Dia meminta bantuan ayah untuk memberikan surat rekomendasi agar perusahaannya bisa bekerja dengan maksimal.

Bagi orang lain, hal ini bisa dengan mudah saja menjadi ajang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Tahu sendiri kan sifat birokrasi di Indonesia, kalau bisa dipersulit kenapa mesti dipermudah. Dengan begitu selalu ada uang pemulus yang akan memperkaya orang birokrat yang mengurus perijinan ataupun rekomendasi itu. Beda dengan ayah. Beliau selalu berprinsip bahwa kalau bisa dipermudah, kenapa mesti dipersulit.

Orang yang datang itu tidak serta merta diberikan begitu saja oleh ayah saya rekomendasinya. Bukan karena mereka tidak menyetor duit, tapi memang karena beberapa persyaratan belum terpenuhi.

Seperti kebiasaan ayah ketika masih bekerja di Bali, ayah pun memberikan tuntunan apa dan bagaimana kelengkapan yang mesti dipenuhi. Meski mereka mau membayar sebesar apapun, tidak akan diapprove dan dibuatkan surat rekomendasi kalau memang perusahaan tersebut tidak melengkapi segala sesuatunya dengan benar.

Ayah selalu berpesan kepada saya, "Berjalanlah dibawah naungan aturan yang benar. Jangan pernah melanggar meski sedikit. Dengan demikian setiap perbuatanmu bisa dipertanggungjawabkan dengan benar. Andaikata kamu mau berbuat yang aneh-aneh, meski manusia tidak tahu tapi Allah melihat kita."

Nah, dari sana pihak perusahaan ternyata mengikuti saran dan tuntunan yang diberikan oleh ayah. Begitu dokumen yang diperlukan lengkap, maka tidak perlu menunggu waktu lama dan ngga pake berbelit-belit ala birokrat, ayah pun langsung memproses surat rekomendasi tersebut. Dan tidak perlu waktu lama, 2 hari sudah jadi suratnya.

Saya masih ingat betul waktu itu diminta oleh ayah untuk mengetik beberapa surat yang jumlahnya agak banyak. Yah, maklum ayah tidak bisa mengoperasikan komputer. Jadi kalau ada penugasan dari kantor yang berhubungan dengan komputer, saya yang membantu ayah.

Itulah sikap profesional yang dilakukan oleh ayah saya untuk diteladani anak-anaknya. Ayah selalu berpesan, jangan mencari rezeki dengan cara yang haram karena itu sama artinya dengan kamu memberi makan bangkai dan memasukkan dirimu serta keluarga ke dalam neraka. Karena begitu makanan dari uang haram masuk ke tubuh kita, maka tindakan dan perilaku kita biasanya akan semakin menjauh dari Allah.

Kemudian beberapa hari kemudian orang tersebut datang lagi ke ayah. Dia mengucapkan banyak terima kasih. Semua urusan sudah selesai. Dia salut sama ayah yang tidak seperti orang-orang birokrat lainnya. Dia pun menceritakan bagaimana proses-proses sebelumnya selalu dihambat dengan tujuan untuk mencari uang pelicin. Dan ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit untuk perusahaan.

Ayah menjawab dengan tegas, "Maaf pak, saya bukan seperti mereka. Allah melihat apa yang saya perbuat. Dan lagipula ini memang tugas saya yang sudah seharusnya saya lakukan. Bila semuanya sudah benar untuk apa dipersulit. Bukankah dengan memudahkan urusan orang lain urusan kita juga akan dipermudah oleh Allah."

Setelah perbincangan santai itu selesai. Orang tersebut pun memberikan hadiah kepada ayah, Blackberry Curve 8520, karena kebaikan dan kekagumannya kepada ayah. Tentu dengan senang hati ayah menerimanya. Inilah janji Allah, bahwa bagi yang bertakwa kepadanya akan diberikan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Selanjutnya, karena ayah paling malas berurusan dengan gadget canggih maka diberikan lah smartphone itu kepada saya. Ayah bilang buat dia, HP itu cuma untuk sms dan telpon aja. Jadi sayang kalau gadget secanggih itu beliau yang pegang.

Sejak saat itu "Black Spider", nama yang saya berikan kepada BB itu, ada di tangan saya dan menjadi asisten pribadi yang membantu seluruh aktivitas saya. Layaknya spider, BB itu mambantu saya menebar jaring komunikasi personal maupun bisnis.

Dari Sudut Pandang Saya

Nah, sebagian dari Anda tentu berpikir, "Yah, ternyata dapetnya diberi sama ayahnya. Saya pikir dia dapet usaha sendiri." Betul?

Sepintas ya. Tapi dibalik itu semua, pernah ngga terpikir bahwa sebenarnya itulah cara kerja Allah dalam merealisasikan mimpi-mimpi hambanya. Kadang benar-benar diluar logika berpikir kita.

Saya memiliki dream smartphone sudah lama. Dan saya pun melakukan usaha untuk mendapatkan itu, bukan sekedar diam dan menyerah. Saya menabung untuk mendapatkannya. Tapi jika memang ternyata terwujud lebih cepat, why not.

Bukankah rezeki itu sudah diatur oleh Allah. Dipercepat dengan cara apa, itu semua adalah hak prerogatif Allah. Dan rezeki tentu tidak bisa serta merta diberikan langsung oleh Allah kepada manusia, melainkan lewat manusia juga sebagai perantaranya.

Dan lewat ayah saya lah rezeki itu datang dan memenuhi list dream no.11. Kalaupun ayah tidak memberikan Black Spider kepada saya, maka dream no.11 juga tak terwujud. Dari sini saya belajar banyak, dan semua pelajaran saya kupas tuntas di Blog Motivasi Arief Maulana.com.

Yang pasti ini saya syukuri. 1 mimpi lagi telah terwujud. Lets catch the other dream!

Goal No.104 & 105, Menang Kontes Affiliate & Finish OJT


#104 : Menang Kontes Affiliate Marketing 2009

Ah, ternyata lama juga saya ngga update blog ini. Ya, mau gimana lagi ada prioritas pengerjaan yang jauh lebih penting dan menyita waktu online saya. Praktis, saya hanya bisa fokus di satu blog saja, Blog Motivasi AriefMaulana.com.

Nah, karena lama ngga ada kabar saya gabung aja beberapa goal yang sudah saya selesaikan di beberapa waktu belakangan ini. Dirapel kaya uang lembur pembayaran uang lembur, hehehe…

Nah, goal no.104 saya tuntaskan pada tanggal 14 September 2009 yang lalu. Goalnya adalah memenangkan kontes affiliate marketing yang diselengarakan oleh salah satu pebisnis online top Indonesia, Mbak Dini Shanti.

Beliau menyelenggarakan kontes itu dalam rangka menyebarluaskan dan mempromosikan website barunya DBC-Online. Namanya juga web baru, tentu butuh perjuangan untuk mempopulerkannya di jagad online. Makanya total hadiah yang diberikan pun, meski ngga terlalu besar tapi lebih dari cukup menurut saya. Sebesar Rp.3.000.000,-

Hadiah diberikan kepada mereka yang mampu menghasilkan volume penjualan terbanyak untuk seluruh produk DBC-Online. Kebetulan ada 3 produk yang saat ini dipasarkan di DBC-O : Panduan Membuat Website dengan Wordpress, Panduan Belajar HTML, dan Panduan Belajar Affiliate Marketing.

Well, untunglah ketika kontes diadakan list subscriber blog saya (AriefMaulana.com) sudah lumayan banyak, ada lebih dari 300 orang sebagaimana sudah saya post di tulisan sebelumnya. Dan berkat bantuan autoresponder, saya dengan mudah melancarkan email marketing untuk memasarkan seluruh produk DBC-O.

Hukum marketing pun bekerja. Dari ratusan email marketing yang saya kirimkan secara otomatis sekali klik, ada sekian % penjualan yang terjadi. Untuk strategi pemasaran lainnya sudah saya beberkan di Blog Bisnis Arief Maulana.com.

Yang jelas, pergulatan selama 2 minggu membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Alhamdulillah saya meraih volume penjualan terbanyak selama 2 minggu. Praktis saya menjadi juara 1 dalam kontes tersebut dan memenangkan hadiahnya senilai Rp.1.500.000,-

Tidak hanya itu, yang saya dapatkan sebenarnya lebih dari itu. Kok bisa? bisa. Dalam dunia affiliate marketing selalu ada perjanjian bagi hasil / komisi. Nah, di DBC-O komisi affiliate saya adalah 60% sehingga kalau ditotal penghasilan yang saya dapatkan adalah sekitar 2,8 juta. Ini saya syukuri betul karena memang di bulan yang sama, saya lagi membutuhkan banyak biaya operasional bisnis.

# 105 : Finish OJT

OJT (On the Job Training) atau praktek kerja alhamdulillah sudah saya selesaikan di tanggal 9 Oktober 2009 kemarin. Ehm, lucu juga mengingat proses OJT berlangsung. Sekarang saya bisa tersenyum, padahal dulu sampai kesal ngga karuan gara-gara penolakan demi penolakan terjadi.

Seharusnya saya melakukan OJT adalah bulan mulai bulan Juli s/d Agustus. Tapi karena adanya penolakan-penolakan dari beberapa perusahaan yang saya tuju dan harapkan untuk OJT disana, membuat OJT saya molor dan baru mulai tanggal 24 Agustus.

Awalnya saya ingin melakukan OJT di perusahaan marine consultant, dengan spesifikasi perkerjaan di bagian desain. Ini tidak lain karena bidang keahlian yang saya pilih di jurusan adalah bidang desain / perencanaan (sekarang berubah jadi rekayasa perkapalan).

Apesnya di jurusan ada kebijakan kalau kita sudah mengajukan surat permohonan ke satu perusahaan, tidak boleh mengajukan ke perusahaan lain sebelum ada keputusan yang jelas apakah diterima atau ditolak. Takutnya kalau 2 perusahaan sama-sama menerima permohonan OJT, tentu salah satu mesti dikorbankan. Akibatnya jurusan pun di black list oleh perusahaan.

Keterlambatan OJT sangat mengganggu perencanaan jadwal kegiatan, karena saat ini saya mengambil 2 Tugas Merancang (konstruksi kapal dan perencanaan sistem propulsi) sekaligus dengan Tugas Akhir alias skripsi. Kalau udah waktunya OJT ya sudah ngga bisa mengerjakan tugas merancang ataupun tugas akhir. OJT sendiri membutuhkan waktu untuk mengerjakan laporannya.

Dengan berakhirnya OJT tanggal 9 Oktober kemarin, maka saya mendapatkan kembali fokus untuk menyelesaikan 3 tugas besar jurusan teknik perkapalan.

Keterlambatan itu, walaupun awalnya menyakitkan ternyata membawa hikmah sendiri. Gara-gara terlambat, saya pun akhirnya OJT di Dumas Shipyard. Dan ternyata, disana saya mendapatkan pelajaran yang banyak sekali. Pada waktu OJT pun menyenangkan karena tidak hanya sebatas observasi, saya diberikan wewenang untuk melakukan tugas seorang Supervisor Quality Control. Tentu setelah diberi pengarahan dan pembelajaran sebelumnya. Sehingga sedikit berkompeten menjadi asisten supervisor QC.

Andai tidak ingat masih ada 3 tugas besar, saya pasti terima tawaran salah satu Koordinator QC (pembimbing OJT), Pak Agung, untuk memperpanjang masa OJT disana 2 bulan lagi.Ah sayang sekali memang.

Meski tidak lanjut di Dumas Shipyard, saya berkomitmen untuk terus menjalin silaturahmi dengan Pak Agung. Alhasil saya bisa tetap menjaga kontak dengan beliau melalui private training program gambar teknik, AutoCAD, yang saya berikan untuk anaknya.

Banyak hikmah pokoknya, meski kadang di awal keliahatannya seperti jatuh yang tertimpa tangga pula. Oke, see you next time.