
Untungnya saya tetep ngotot, apapun yang terjadi semester ini kudu ambil Tugas Akhir biar kuliah bisa kelar. Walau itu sama artinya dengan menambah satu lagi pekerjaan berat karena Tugas Merancang Kapal I dan II belum selesai. Mudah-mudahan bisa seperti senior saya, Mbak Eka yang notebene bisa menyelesaikan 3 tugas besar di jurusan T.Perkapalan tersebut dalam 1 semester.
Kesulitan pertama adalah mencari ide Tugas Akhir apa yang akan dilakukan. Untunglah sempat teringat ada satu ide yang pernah tercetus pada saat kuliah metodologi penelitian. Tidak hanya itu ketika kuliah kapal khusus pun ada tambahan satu ide lagi. Akhirnya bekal awal sudah didapat, saya pun menghadap ke dosen pembimbing.
Ternyata, dosen yang bersangkutan sedang keluar negeri. Wah, kudu sabar nunggu dia datang padahal deadline pengumpulan proposal TA sudah makin dekat. Untunglah beberapa hari kemudian beliau datang dan saya bisa menghadap. 2 ide saya ajukan untuk meminta pertimbangan beliau, mana yang sebaiknya saya ambil. Ternyata yang diterima justru ide yang tadinya berawal dari iseng-iseng belaka di kuliah Met.Penelitian. Ya sudah, lanjutkan.
Tidak banyak waktu membuat proposal yang saya buat berulang kali direvisi oleh calon dosen pembimbing. Tapi itu tidak mematahkan semangat. Bahkan sampai H-1 pun belum ada kepastian fixnya proposal. Untunglah 2 jam sebelum batas pengumpulan proposal, semua sudah fix hingga bisa segera difotocopy 3 set dan diserahkan kepada pihak sekretariat jurusan.
Pada saat akan mengumpulkan rupanya masalah masih saja ada. Gara-gara Tugas Merancang (TM) Kapal II belum selesai, proposal agak sedikit dipermasalahkan. Ini tidak lain karena lulus mata kuliah TM II adalah salah satu persyaratan untuk bisa mengambil Tugas Akhir. Ah, ada saja problem menghambat.
Terpaksa, memakai jalan terakhir yakni lobi tingkat tinggi kepada pihak sekretariat agar dizinkan mengumpulkan proposal mengingat saya punya goal semester ini adalah semester terakhir kuliah di ITS. Jangan sampai molor lagi kuliahnya. Alhamdulillah ternyata bisa, dan saya cukup dimintai lembar progress pengerjaan TM II.
Allah benar-benar membantu semua proses ini hingga menjadi lancar. Sungguh yang mustahil bisa menjadi mungkin bila Allah sudah berkehendak.
Karena pengumpulan proposal TA sukses, maka yang dihadapi berikutnya adalah ujian proposal TA. Disini ide TA diuji kelayakannya untuk dilaksanakan. Yah... sport jantung pun kembali saya rasakan. Memacu adrenalin, mempertaruhkan reputasi (lebay MODE : ON) Setidaknya hal seperti ini dirasakan oleh semua Mahasiswa Perkapalan sebanyak 5x : ujian TM1, ujian TM2, ujian TM3, ujian Proposal TA, dan ujian TA itu sendiri.
Kondisi ini diperparah dengan ketidakteraturan sistem di jurusan. Bahkan sampai H-1 sidang ujian proposal, belum ada pengumuman jadwal sidang and lokasi / kelas dimana kita bakal sidang proposal. Mana pada waktu itu kesempatan belajar saya cuma semalam gara-gara kerja praktek yang melelahkan. Untung sempat kontak senior yang punya TA hampir mirip, yakni masalah konsep desain kapal. Jadi ada ancer-ancer kudu siap jawab apa waktu pembantaian keesokan harinya.
Gong pelaksanaan sidang dibunyikan. Sampai dengan jam 9 pagi, masih belum ada pengumuman apapun. Semua deg-degan apakah kena yang hari ini atau besoknya, karena pelaksanaan sidang dilakukan dalam dua tahap (2 hari). Saya sih pengennya hari itu juga, soale udah kadung ijin ngga masuk kerja. Masa besok mesti ngga masuk kerja lagi, ngga enak sama perusahaan. Untung semua doa terkabul. Nama saya masuk dalam kloter terakhir yang sidang pada hari pertama itu. Walaupun meski nunggu sampai jam 2.30 siang, baru mulai. Tapi ga apa-apa.
Dan... giliran saya masuk ruang sidang. Didalam tidak banyak pertanyaan dilontarkan. Semua rata-rata bisa terjawab hingga satu pertanyaan maut dan telak dilontarkan. Pertanyaan itu adalah pertanyaan kunci. Kalau bisa jawab lolos, kalau ngga harapan proposal disetujui tipis. Sesaat saya sempat terdiam hingga pertolongan itu datang...
Ya, pertolongan dari dosen pembimbing saya. Dia memberikan pertanyaan tambahan yang sebenarnya adalah kunci jawaban atas pertanyaan maut sebelumnya. Alhamdulillah kedua pertanyaan terjawab dan selamat lah saya. Hehehe... Akhirnya proposal tersebut diterima dengan sedikit revisi. Apa revisinya? Cuma masalah redaksional judul TA nya saja, selebihnya isi dsb tidak ada masalah.
Lulus sidang proposal bukan akhir perjuangan. Inilah titik awal perjuangan selanjutnya, yakni TA yang sesungguhnya. Mudah-mudahan Allah membuka jalan kemudahan hingga semua bisa selesai dalam 1 semester ini, meski mungkin harus mengurangi jatah bisnis online yang sudah menjadi hobi dan melekat dalam diri saya...
Yuk... refreshing sejenak.