RSS

Dream No.101 & 102, Proposal TA Selesai & Ujian Proposal Lulus


Alhamdulillah akhirnya perjuangan selama beberapa minggu menyusun proposal Tugas Akhir (TA) akhirnya kelar juga. Yah, banyak sekali hambatan yang dialami mulai dari bentrokan waktu dengan persiapan kerja praktek, calon dosen pembimbing yang pergi keluar negeri, dsb.

Untungnya saya tetep ngotot, apapun yang terjadi semester ini kudu ambil Tugas Akhir biar kuliah bisa kelar. Walau itu sama artinya dengan menambah satu lagi pekerjaan berat karena Tugas Merancang Kapal I dan II belum selesai. Mudah-mudahan bisa seperti senior saya, Mbak Eka yang notebene bisa menyelesaikan 3 tugas besar di jurusan T.Perkapalan tersebut dalam 1 semester.

Kesulitan pertama adalah mencari ide Tugas Akhir apa yang akan dilakukan. Untunglah sempat teringat ada satu ide yang pernah tercetus pada saat kuliah metodologi penelitian. Tidak hanya itu ketika kuliah kapal khusus pun ada tambahan satu ide lagi. Akhirnya bekal awal sudah didapat, saya pun menghadap ke dosen pembimbing.

Ternyata, dosen yang bersangkutan sedang keluar negeri. Wah, kudu sabar nunggu dia datang padahal deadline pengumpulan proposal TA sudah makin dekat. Untunglah beberapa hari kemudian beliau datang dan saya bisa menghadap. 2 ide saya ajukan untuk meminta pertimbangan beliau, mana yang sebaiknya saya ambil. Ternyata yang diterima justru ide yang tadinya berawal dari iseng-iseng belaka di kuliah Met.Penelitian. Ya sudah, lanjutkan.

Tidak banyak waktu membuat proposal yang saya buat berulang kali direvisi oleh calon dosen pembimbing. Tapi itu tidak mematahkan semangat. Bahkan sampai H-1 pun belum ada kepastian fixnya proposal. Untunglah 2 jam sebelum batas pengumpulan proposal, semua sudah fix hingga bisa segera difotocopy 3 set dan diserahkan kepada pihak sekretariat jurusan.

Pada saat akan mengumpulkan rupanya masalah masih saja ada. Gara-gara Tugas Merancang (TM) Kapal II belum selesai, proposal agak sedikit dipermasalahkan. Ini tidak lain karena lulus mata kuliah TM II adalah salah satu persyaratan untuk bisa mengambil Tugas Akhir. Ah, ada saja problem menghambat.

Terpaksa, memakai jalan terakhir yakni lobi tingkat tinggi kepada pihak sekretariat agar dizinkan mengumpulkan proposal mengingat saya punya goal semester ini adalah semester terakhir kuliah di ITS. Jangan sampai molor lagi kuliahnya. Alhamdulillah ternyata bisa, dan saya cukup dimintai lembar progress pengerjaan TM II.

Allah benar-benar membantu semua proses ini hingga menjadi lancar. Sungguh yang mustahil bisa menjadi mungkin bila Allah sudah berkehendak.

Karena pengumpulan proposal TA sukses, maka yang dihadapi berikutnya adalah ujian proposal TA. Disini ide TA diuji kelayakannya untuk dilaksanakan. Yah... sport jantung pun kembali saya rasakan. Memacu adrenalin, mempertaruhkan reputasi (lebay MODE : ON) Setidaknya hal seperti ini dirasakan oleh semua Mahasiswa Perkapalan sebanyak 5x : ujian TM1, ujian TM2, ujian TM3, ujian Proposal TA, dan ujian TA itu sendiri.

Kondisi ini diperparah dengan ketidakteraturan sistem di jurusan. Bahkan sampai H-1 sidang ujian proposal, belum ada pengumuman jadwal sidang and lokasi / kelas dimana kita bakal sidang proposal. Mana pada waktu itu kesempatan belajar saya cuma semalam gara-gara kerja praktek yang melelahkan. Untung sempat kontak senior yang punya TA hampir mirip, yakni masalah konsep desain kapal. Jadi ada ancer-ancer kudu siap jawab apa waktu pembantaian keesokan harinya.

Gong pelaksanaan sidang dibunyikan. Sampai dengan jam 9 pagi, masih belum ada pengumuman apapun. Semua deg-degan apakah kena yang hari ini atau besoknya, karena pelaksanaan sidang dilakukan dalam dua tahap (2 hari). Saya sih pengennya hari itu juga, soale udah kadung ijin ngga masuk kerja. Masa besok mesti ngga masuk kerja lagi, ngga enak sama perusahaan. Untung semua doa terkabul. Nama saya masuk dalam kloter terakhir yang sidang pada hari pertama itu. Walaupun meski nunggu sampai jam 2.30 siang, baru mulai. Tapi ga apa-apa.

Dan... giliran saya masuk ruang sidang. Didalam tidak banyak pertanyaan dilontarkan. Semua rata-rata bisa terjawab hingga satu pertanyaan maut dan telak dilontarkan. Pertanyaan itu adalah pertanyaan kunci. Kalau bisa jawab lolos, kalau ngga harapan proposal disetujui tipis. Sesaat saya sempat terdiam hingga pertolongan itu datang...

Ya, pertolongan dari dosen pembimbing saya. Dia memberikan pertanyaan tambahan yang sebenarnya adalah kunci jawaban atas pertanyaan maut sebelumnya. Alhamdulillah kedua pertanyaan terjawab dan selamat lah saya. Hehehe... Akhirnya proposal tersebut diterima dengan sedikit revisi. Apa revisinya? Cuma masalah redaksional judul TA nya saja, selebihnya isi dsb tidak ada masalah.

Lulus sidang proposal bukan akhir perjuangan. Inilah titik awal perjuangan selanjutnya, yakni TA yang sesungguhnya. Mudah-mudahan Allah membuka jalan kemudahan hingga semua bisa selesai dalam 1 semester ini, meski mungkin harus mengurangi jatah bisnis online yang sudah menjadi hobi dan melekat dalam diri saya...

Yuk... refreshing sejenak.

Goal No.71, 300 Subscriber AriefMaulana.com



Autoresponder gratis

List building amat penting bagi seorang pebisnis online seperti saya. Hal ini baru saya sadari ketika awal launching TDW University yang dilakukan oleh Tim Internet Marketing Pak Tung Desem Waringin.

Waktu itu saya susah payah mencari dan mempromosikan link afiliasi yang diberikan. Namun sementok-mentoknya, cuma berhasil mendapatkan kurang dari 100 orang. Renungan saya dimulai saat 1 hari setelah launching, beberapa pebisnis online senior pada mempromosikan hal yang sama.

Yang ada di benak saya waktu itu, mereka sudah punya ribuan, entah itu member bisnisnya ataupun para prospek yang terdaftar di subscriber program autoresponder. Jadi sekali klik, tentu banyak yang mendapatkan informasi tersebut. Dan sebagaimana hukum marketing, dari sekian banyak pasti ada sekian persen yang akan join.

Sejak itu saya langsung mendaftarkan diri di program autoresponder untuk memasang opt in di AriefMaulana.com. Tentu tidak serta merta tinggal pasang saja. Saya mesti menyiapkan produk hadiah sebagai ungkapan terima kasih bagi mereka yang mau submit nama dan email, menjadi subscriber AriefMaulana.com.

Kini setelah berjalan beberapa bulan, akhirnya jumlah subscriber saya sudah menembus lebih dari 300 orang. Itu artinya dream no.71 tercapai sudah. Kini, saatnya mengejar dream yang lebih besar lagi, yakni meningkatkan jumlah subcriber hingga 500 orang.

How? Dengan rajin mempromosikan blog dan juga konsisten menyajikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau saya bisa, Anda juga pasti bisa. Dengan autoresponder tentunya.

Pengorbanan Dalam Menjejakkan Mimpi


Seharusnya hari ini dan 3 hari ke depan saya berada di ruang seminar, di kursi VIP mendengarkan petuah dari pebisnis sekaligus motivator top Indonesia, Tung Desem Waringin.

Tiket seminar sudah saya booking jauh-jauh hari sejak TDW University di launching oleh team internet marketing Pak Tung. Yang saya bayangkan waktu itu adalah saya bakal dapat banyak ilmu dahsyat yang dibagikan selama 3 hari full time (mulai jam 9 pagi s/d 9 malam). Apalagi tiket yang seharusnya berharga hampir 5 jutaan di diskon gila-gilaan hingga cukup hanya membayar 100ribu saja.

Sayangnya keinginan itu mesti saya kubur dalam-dalam. Padahal jarang sekali Pak Tung mengadakan seminar di Surabaya. Kenapa kesempatan berharga itu saya lepas? Terpaksa demi impian.

Kadang-kadang dalam memperjuangkan impian, kita perlu mengorbankan sesuatu yang kita anggap penting dan baik bagi diri kita. But dream is numero uno. Seminar Pak Tung masih bisa saya ikuti lain waktu, tapi dream yang satu ini kalau saya lepas, bisa-bisa tidak lulus kuliah.

Dream apa yang saya maksud? Dream no.102, menyelesaikan dan mengumpulkan Proposal Tugas Akhir (skripsi). Deadline pengumpulan proposal skripsi mepet sekali. Hingga setiap waktunya terasa begitu berharga sekali, khususnya pencarian data awal sebagai referensi.

Yah, mau bagaimana lagi. Inilah konsekuensi kuliah di jurusan teknik. Semuanya kudu fix dan pasti. Dunia teknik tidak mengenal "mungkin", tapi fix dan pasti. Well, satu keinginan sudah dilepas maka itu artinya saya harus lebih serius dan memperjuangkan dream ini. Jangan sampai ketidakikutsertaan saya di seminar Financial Revolution Pak Tung menjadi sia-sia.

Mungkin kalaupun tidak ikut seminar Financial Revolulution dan Marketing Revolution, saya bisa ikut "seminar online" di TDW University. Tapi nanti, setelah lulus kuliah, biar bisa praktekkan ilmunya dengan optimal.

Bisnis Atau Kuliah?


Bisnis atau kuliah. Mana yang mesti diprioritaskan terlebih dahulu? Kadang bingung juga menjawab pertanyaan tersebut. Kenapa? Karena dua-duanya masuk di list dream saya.

Ada yang bilang moment terbaik bisnis adalah saat ini. Tidak bisa ditunda kalau bener-bener mau sukses. Tapi di sisi lain, kuliah juga penting karena dengan kuliah kita mendapatkan wawasan dan pola pikir yang sistematis dalam menyelesaikan masalah.

Saya jadi inget diskusi singkat dengan dosen Manajemen Produksi dan Operasi, Dr.Ir. Sjarief Widjaja. Waktu itu saya tanya tentang esensi dan makna kuliah itu sendiri. Beliau bilang bahwa sebenarnya di waktu kuliah, ada 3 hal penting yang jauh lebih penting daripada mata kuliah yang diajarkan itu sendiri. Apa saja?
  1. Pengenalan dan Pemetaan Potensi Diri
  2. Kemampuan Searching Informasi
  3. Pembentukan Pola Pikir Sistematis untuk Menyelesaikan Masalah
Ketiga hal ini yang kadang kurang disadari oleh kebanyakan mahasiswa dan dosen di Kampus. Mereka hanya berpatokan pada sisi akademik saja, hafalan rumus misalnya atau pemahaman atas materi mata kuliah yang diajarkan.

Maka dari itu saya juga ikut memandang bahwa kuliah itu penting, meskipun banyak sekali fenomena pebisnis sukses yang justru malah DO (Drop Out) atau OD (Out Dewe). Jika yang tidak kuliah saja bisa sukses, apalagi anak kuliahan. Itu yang saya pegang.

Bagaimana dengan bisnis? Ehm... ini juga penting. Karena tidak bisa dipungkiri saya orang yang senang dengan dunia marketing ataupun bisnis. Apalagi kalau ingat konsep the cashflow quadrant milik Robert T.Kiyosaki. Bisnis dan investasi menjadi 2 jalan penting jika ingin passive income.

Jadi pilih mana? Biar bagaimana tetep, ujung-ujungnya kuliah. Karena lulus kuliah dengan IPK > 3 menjadi salah satu dream saya dan juga dream orang tua. Paling tidak sebagai anak saya kudu menghargai upaya dan kerja keras ortu yang membiayai kuliah hingga saat ini (saya tidak pernah diperbolehkan bayar kuliah sendiri).

And bout bisnis? Biarlah untuk saat ini mengalir saja. Just for fun and trial error sedikit. So, ketika ntar lulus kuliah paling tidak fondasi sudah saya bangun. Tinggal melanjutkan dengan pembangunan "Rief Business Tower".

Yang jelas keduanya masuk dalam daftar dream list saya dan KUDU DIWUJUDKAN... tinggal masalah prioritas saja...

Percaya Kepada Mimpi, Itu Kuncinya


dreamKemarin di facebook, saya bertemu dengan sejumlah kawan lama. Mengagumkan begitu banyak perubahan terjadi pada mereka. Beberapa malah sudah ada yang mau maried. What bout me? Santai aja. Jalan masih panjang.

Mereka juga mengatakan hal yang sama. Kaget atas perubahan yang saya alami. Yang jelas Arief waktu SMP dan SMA beda jauh dengan Arief saat ini. Saya akui banyak hal yang terjadi dalam perjalanan mengubah hidup ini.

Jika waktu SMP dan SMA, saya masih belum mengenal apa itu konsep dream dan pencapaiannya. Yang saya lakukan sama seperti kebanyakan orang, jalani hidup apa adanya bagai air yang mengalir. Lain dulu, lain sekarang. Sekarang saya adalah dream hunter...

Bukankah hidup ini cuma sekali. Menurut saya rugi sekali kalau hanya dihabiskan untuk hidup biasa-biasa saja. Makanya saya bersyukur sekali ketika masuk Kampus Perdjoeangan ITS, saya mengenal konsep manajemen diri lewat LKMM (sekarang malah jadi trainer LKMM). Dari sana saya belajar bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

Kemudian saya belajar bahwa untuk sukses hanya satu kuncinya : punya mimpi dan percaya pada mimpi itu. Tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa diwujudkan bila kita mau. Sejak saat itu saya taruh semua mimpi sukses itu di pikiran. Pelan tapi pasti semua mulai terwujud satu persatu.

Jadi, ketika saya mengenang masa lalu suka senyum-senyum sendiri. Tidak terasa banyak sekali sudah dream-dream kecil yang terwujud. Sudah saatnya memperbesar katup impian dan mengejar yang lebih besar. Bukan karena serakah, tapi karena game dream hunter ini sangat menyenangkan.

Ada satu kebanggaan manakala dream tersebut terwujud. Maka dari itu saya mulai menuliskan dream-dream dan mengejarnya satu persatu. Jika Anda belum mencoba, saya yakin teman-temen tidak akan tahu rasanya hidup mengejar impian, seperti yang Mas Danang (my inspirator) lakukan..

Buat saya, hidup ini simpel. Tuliskan dream, percaya pada dream tersebut, kejar hingga dapat. Bila memang lepas, maka ikhlaskan saja Allah mengganti dengan yang lebih baik...

Dream No 19. Dapet Judul Skripsi


Akhirnya... Alhamdulillah setelah 2 semester terkahir berkutat mencari judul yang bisa diambil untuk Tugas Akhir di kampus alias Skripsi, akhirnya kemarin dapet juga. Saya bersyukur karena judul tersebut tidak saya dapatkan dari hasil "mengemis judul", sebagaimana yang dilakukan beberapa teman mahasiswa lainnya.

Sebenernya ide ini terbersit waktu ambil mata kuliah Metodologi Penelitian. Kebetulan salah satu tugasnya kan bikin ide buat proposal tugas akhir. Nah iseng aja ambil masalah konsep desain kapal pembersih sampah yang beroperasi di daerah sungai. Ternyata sekarang itu malah menjadi konsep yang paling bisa diterima untuk dikerjakan.

Keinginan untuk maju dan konsultasi soal judul TA ini sebenarnya udah dari beberapa minggu yang lalu, sayangnya saya mesti "istirahat total dulu". Disamping itu dosen yang mau saya jadikan dosen pembimbing masih repot bisnis di luar negeri. Untunglah kemarin sempat ketemu dan akhirnya bisa mengajukan 2 pilihan judul TA.

Dengan di setujuinya judul TA saya, maka salah satu dream saya No.19 sudah terwujud. Tapi ini baru awal, masih banyak dream lain yang juga mesti diwujudkan. But perjalanan tidak berhenti disini... Lets get the other dreams...

Istirahat Dulu Rief, Dari Kepenatan Dunia


Alhamdulillah, akhirnya saya sehat juga. Walau masih menyisakan sedikit batuk. Tidak terasa 1 minggu saya meninggalkan semua rutinitas yang padat, penat dan melelahkan. Jika biasanya saya standby di depan laptop hingga berjam-jam atau harus berjalan kesana kemari di kampus seperti manusia sibuk lainnya, maka 1 minggu kemarin saya habiskan hanya berbaring di tempat tidur saja.

Semua berawal dari hari senin yang lalu, saat jam 3 pagi pasca shalat tahajud + witir. Biasanya waktu saya habiskan untuk online mengejar target mimpi yang ada di daftar 100 mimpiku. But, berhubung adik di pondokan sakit berat, maka berangkatlah saya dini hari tsb ke Ponpes MBI Amanatul Ummah Pacet.

Rupanya disana sedang mewabah flu berat. Hampir 80% kena semua. Sampai-sampai saya dengar pembelajaran ditiadakan dulu demi memulihkan para santri disana. Nah, dari adik inilah kemudian flu menular pada saya dan memaksa saya untuk terbaring selama 1 minggu.

Selama terkapar lemah, tak ada yang bisa dilakukan. Membuka laptop saja saya tidak kuat, padahal pancaran radiasi dari layar monitornya terbilang cukup rendah. Kepala selalu pusing dan badan meriang, kaku bila digerakkan.

Daripada mengeluh, lebih baik dinikmati saja sakit ini. Lumayan lah, menghapus dosa-dosa kecil. Mungkin ini jalan satu-satunya Allah agar saya bisa beristirahat.

Dalam rasa sakit itu saya merenungi. Ternyata inilah hikmah kenapa pengajuan kerja praktek saya ditolak. Karena jika saja saat itu diterima, maka saat saya mengalami musibah sakit flu yang berkepanjangan ini, tentu akan lebih dari 1 minggu saya izin tidak masuk kerja. Dan itu akan mempengaruhi penilaian terhadap kinerja saya.

Well, Allah memang sempurna mengatur segala sesuatunya. Pas dengan doa yang selalu saya panjatkan, meminta yang terbaik. Meskipun dengan sakit itu urusan persiapan skripsi tertunda dan waktu semakin mendekati deadline pengumpulan proposal skripsi.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, kita manusia hanya bisa berencana saja. Selebihnya biarkan saja "penghapus" itu ada di tangan Allah. Cukup percaya saja bahwa selalu ada rencana yang lebih baik dari Allah jika kita dekat dengannya.
"Rief... istirahatlah dulu dari kepenatan dunia. Bila sudah waktunya, maka berlarilah kembali mengejar semua mimpimu hingga kau sukses..."